Sabtu, 20 Juni 2015

ARTIKEL : MEMBUAT MATERI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN YANG MENYENANGKAN BAGI SISWA SD
FaurisaRahmi
UniversitasMuhammadiyah Jakarta
Faurisarahmi@gmail.com

Abstrak
Penulisan ini bertujuan untuk: membuat materi pembelajaran pendidikan kewarganegaraan yang menyenangkan bagi siswa sd agar lebih memahami materi pembelajaran pkn yang disampaikan oleh guru. Metode yang digunakan adalah metode studi pustaka. Pembelajaran pkn di sd seharusnya lebih menekannkan pada pendidikan karakter dan moral peserta didik, agar pembelajaran pkn dapat diterapkan dalam kehidupan siswa sehari- hari. Pendidikan kewarganegaraan memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan karakter peserta didik yang lebih berkualitas dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Untuk itu diperlukan adanya kreatifitas guru dalam membuat materi pkn menjadi lebih bermakna dan menyenangkan bagi peserta didik usia sd.

Pendahuluan
Pendidikan Kewarganegaraan adalah salah satu mata pelajaran yang strategis untuk menanamkan karakter bangsa dan ini sangat berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia di Indonesia sehingga seorang guru PKn harus memiliki kemampuan mengajar yang baik, profesional, dan menyenangkan. Didalam pelaksanaan pembelajaran harus pandai merumuskan materi pelajaran PKn yang membuat peserta didik senang.
Materi PKn selama ini dalam proses pembelajarannya masih menonton, belum kreatif sehingga peserta didik belajar PKn sangat membosankan ini semua diakibatkan karna guru belum pandai membuat materi atau menyampaikan materi PKn yang menyenangkan. Selama ini guru dalam menyampaikan materi masih sifatnya informatif dengan metode ceramah dan tanya jawab, hal ini dibutuhkan strategi bagaimana membuat materi pembelajaran PKn yang menyenangkan bagi siswa sekolah dasar.
Sekolah tingkat dasar masih membutuhkan dalam pendekatan pembelajaran dengan cara bermain, dan yang ada sekarang justru terlalu serius didalam mengajar PKn karna itu yang paling tepat didalam pembelajaran PKn di tingkat sd diupayakan didalam materi- materinya harus memiliki nuansa bermain sehingga peserta didik belajarnya lebih menyenangkan. Ada beberapa yang membuat materi PKn lebih menyenangkan selaindengan metode ceramah, tanya jawab yaitu metode bermain peran, metode demntrasi dan lainnya. Karna itu dalam penulisan artikel ini dilatar belakangi berbagai permasalahan tersebut diatas.
Buku- buku PKn yang ada materinya masih sangat serius dan terlalu menonton, karna didalamnya menerangkan yang sifatnya hanya sebatas pengetahuan, peserta didik tidak diajak ketika membaca PKn kearah yang bersifat permainan atau latihan- latihan yag membuat peserta didik senang belajar karna itu diharapkan dalam penulisan materi perlu difikirkan sesuai dengan perkembangan jiwa anak dan kesukaan anak. Dilingkungan kelas untuk pembelajaran materi PKn selama ini khususnya dinding kelas masih banyak tidak dimanfaatkan untuk pembelajaran materi PKn justru, dinding bisa menjadi media yang memperkuat materi pembelajaran PKn yang menyenangkan karna dengan adanya gambar- gambar tokoh pahlawan atau gambar- gambar yang menarik yang berkaitan dengan PKn peserta didik lebih menarik untuk belajar karna itu inilah yang melatarbelakangi pembuatan artikel yang berjudul Membuat Materi Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang  Menyenangkan Bagi  Siswa SD.

Metode
Penulisan artikel ini menggunakan metode KajianPustaka.




Pembahasan
Selayaknya Pkn sebagai Mata Pelajaran yang berintikan Pendidikan Nilai (value education) disampaikan dengan dinamis, demokratis dan menyenangkan melalui variasi MMSE. Dalam memilih variasi MMSE tersebut perlu diperhatikan / mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:
1.      Sesuai MMSE dengan situasi, kondisi dimana siswa tersebut belajar;
2.      Domain Taksonomi (Cognitive, Afective, Psikomotor) harus menjadi acuan, karena setiap materi pembelajaran memiliki domain yang berbeda-beda. Berikut adalah MMSE yang dapat dikembangkan dalam pembelajaran PKn.
Pendekatan dalam pengajaran Pendidikan Kewarganegaraan mengacu pendekatan-pendekatan nilai yang dikemukakan  Douglas Superka (Djahiri, 1985 : 39 – 42), bahwa terdapat  8 pendekatan dalam pendidikan nilai, yaitu :
  1. Evocation Approach, yaitu pendekatan ekspresi spontasi, dimana siswa diberi kesempatan dan kebebasan untuk mengekspresikan tanggapan, perasaan, penilaian dan pandangannya terhadap sesuatu hal;
  2. Inculcation Approach, yaitu pendekatan sugesti terarah, dimana guru sangat menentukan denga memberikan rangsangan yang menggiring siswa secara halus pada suatu kesimpulan atau pendapat yang sudah ditentukan;
  3. Awareness Approach, yaitu pendekatan kesadaran dengan cara menuntun anak untuk mengklasifikasikan dirinya atay bukau irabg kaub/umum melalui suatu kegiatan;
  4. Moral Reasoning Approach, yaitu pendekatan yang digunakan untuk mencari/menentukan kejalasan moral melalui stimulus yang berupa dilema (masalah pelik yang dilemparkan siswa pada siswa)
  5. Analisys Approach, yaitu pendekatan melalui analisis nilai yang ada dalam suatu media/stimulls mulai dari analisis seadanya berupa reportasi sampai pada pengkajian secara akurat, teliti, dan tepat;
  6. Value Clarification Approach, yaitu pendekatan dengan membina kesadaran emosional siswa melalui cara yang kritis rasional dengan mengklasifikasi dan menguji kebenaran, kebaikan, keadilan, kelayakan dan ketepatannya;
  7. Commitment Approach, yaitu pendekatan kesepakatan, dimana siswa diajak untuk menyepakati sikap dan pola pikir berdasarkan acuan tertentu;
  8. Union Approach, yaitu pendekatan dengan mengintegrasikan diri dalam kehidupan riil atau stimuli yang dirancang guru.
Pada dasarnya motivasi adalah suatu usaha yang disadari untuk menggerakkan, menggarahkan dan menjaga tingkah laku seseorang agar ia terdorong untuk bertindak melakukan sesuatu sehingga mencapai hasil atau tujuan tertentu. Motivasi belajar adalah suatu perubahan tenaga di dalam diri seseorang (pribadi) yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan (Frederick J. Mc Donald dalam H. Nashar,2004:39). Tetapi menurut Clayton Alderferdalam H. Nashar (2004:42) Motivasi belajar adalah kecenderungan siswa dalam melakukan kegiatan belajar yang didorong oleh hasrat untuk mencapai prestasi atau hasil belajar sebaik mungkin. Motivasi belajar juga merupakan kebutuhan untuk mengembangkan kemampuan diri secara optimum, sehingga mampu berbuat yang lebih baik, berprestasi dan kreatif (Abraham Maslow dalam H. Nashar, 2004:42). Kemudian menurut Clayton Alderfer dalam H.Nashar, 2004:42) motivasi belajar adalah suatu dorongan internal dan eksternal yang menyebabkan seseorang (individu) untuk bertindak atau berbuat mencapai tujuan, sehingga perubahan tingkah laku pada diri siswa diharapkan terjadi. Jadi motivasi belajar adalah kondisi psikologis  yang mendorong siswa untuk belajar dengan senang dan belajar secara sungguh-sungguh yang pada gilirannya akan terbentuk cara belajar siswa yang sistematis,  penuh konsentrasi dan dapat menyeleksi kegiatan-kegiatannya.






Kesimpulan
Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa menjadi seorang guru bukanlah hal yang mudah. Seorang guru harus mampu membuat matapelajaran yang berat menjadi ringan dan mudah untuk dipelajari oleh siswa sd. Dalam hal ini guru sebaiknya tidak hanya menggunakan metode ceramah dan tanya jawab saja agar pembelajaran dapat lebih bermakna dan menyenangkan.
Saran
1.      Sebaiknya guru tidak hanya memberikan materi di dalam kelas saja tetapi juga diluar kelas
2.      Guru harus mampu membuat matapelajaran menjadi menyenangkan bagi siswa
3.      Sebaiknya guru dapat memanfaatkan ruangan kelas bukan hanya sebagai tempat belajar melainkan dapat digunakan sebagai sumer dan media pembelajaran bagi siswa.


















Daftar Pustaka
Barnadib, Imam, 1996, Dasar- Dasar Kependidikan, Jakarta: Ghalia Indonesia.
Budiningsih, C. Asri, 2005, Belajar dan Pembelajaran, Jakarta: PT. Rineka Cipta





PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN NOMOR  67 TAHUN 2013


2. Kompetensi Dasar Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan


KELAS: I


KOMPETENSI INTI

KOMPETENSI DASAR
1. Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya
1.1 Menerima keberagaman karakteristik individu dalam kehidupan beragama sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa di lingkungan rumah dan sekolah

1.2 Menerima kebersamaan dalam keberagaman sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa di lingkungan rumah dan sekolah
2. Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru
2.1 Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru sebagai perwujudan nilai dan moral Pancasila
2.2 Menunjukkan perilaku patuh pada tata tertib dan aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di rumah dan sekolah
2.3 Menunjukkan perilaku kebersamaan dalam keberagaman di rumah dan sekolah
3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca] dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah
3.1 Mengenal simbol-simbol sila Pancasila
dalam lambang negara “Garuda Pancasila”

3.2 Mengenal tata tertib dan aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di rumah dan sekolah
3.3 Mengenal keberagaman karateristik individu di rumah dan di sekolah
3.4 Mengenal arti bersatu dalam keberagaman di rumah dan sekolah
4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia
4.1 Mengamati dan menceritakan perilaku di sekitar rumah dan sekolah dan mengaitkannya dengan pengenalannya terhadap salah satu simbol sila Pancasila
4.2 Melaksanakan tata tertib di rumah dan sekolah
4.3 Mengamati dan menceriterakan kebersamaan dalam keberagaman di rumah dan sekolah

-62-




KOMPETENSI INTI

KOMPETENSI DASAR

4.4 Mengamati dan menceriterakan
keberagaman karateristik individu di rumah dan sekolah


KELAS: II


KOMPETENSI INTI

KOMPETENSI DASAR
1. Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya
1.1 Menerima keberagaman karakteristik individu dalam kehidupan beragama, suku bangsa, ciri-ciri fisik, psikis, dan hobby sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa di lingkungan rumah dan sekolah
1.2 Menerima kebersamaan dalam keberagaman sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa di lingkungan rumah dan sekolah
2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru
2.1 Menunjukkan perilaku toleransi, kasih sayang, jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru sebagai perwujud an moral Pancasila
2.2 Menunjukkan perilaku patuh pada tata tertib dan aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di rumah dan sekolah
2.3 Menunjukkan perilaku toleran terhadap keberagaman karakteristik individu, dalam kehidupan beragama, suku, fisik, dan psikis di rumah dan sekolah
3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca] dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah
3.1 Mengenal simbol-simbol sila Pancasila
dalam lambang negara “Garuda Pancasila”

3.2 Memahami tata tertib dan aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di rumah dan sekolah
3.3 Memahami makna keberagaman karakteristik individu di rumah dan di sekolah
3.4 Memahami arti bersatu dalam keberagaman di rumah dan sekolah
4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis, dalam karya
4.1 Mengamati dan menceritakan perilaku di sekitar rumah dan sekolah dan mengaitkannya dengan pengenalannya

-63-




KOMPETENSI INTI

KOMPETENSI DASAR
yang estetis, dalam gerakan
yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia
terhadap beberapa simbol sila Pancasila

4.2 Melaksanakan tata tertib dan aturan di lingkungan keluarga dan sekolah
4.3 Berinteraksi dengan beragam teman di lingkungan rumah dan sekolah
4.4 Bermain peran tentang bersatu dalam keberagaman di lingkungan rumah dan sekolah


KELAS: III


KOMPETENSI INTI

KOMPETENSI DASAR
1. Menerima dan menjalankan
ajaran agama yang dianutnya
1.1 Menerima keberagaman karakteristik
individu dalam kehidupan beragama, suku bangsa, ciri-ciri fisik, psikis, dan hobby sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa di lingkungan rumah dan sekolah
1.2 Menghargai kebersamaan dalam keberagaman sebagai anugerah Tuhan Tuhan Yang Maha Esa di lingkungan rumah dan sekolah
2. Menunjukkan perilaku
jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru dan tatangganya
2.1 Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, kasih
sayang, percaya diri, berani mengakui kesalahan, meminta maaf dan memberi maaf di rumah dan sekolah dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru, sebagai perwujudan moral Pancasila
2.2 Menunjukkan perilaku patuh pada tata
tertib dan aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di rumah sekolah dan masyarakat sekitar
2.3 Menunjukkan perilaku kerja sama dalam keberagaman di rumah, sekolah dan
masyarakat sekitar
3. Memahami pengetahuan
faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca] dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah
3.1 Memahami simbol-simbol sila Pancasila
dalam lambang negara “Garuda Pancasila”
3.2 Mengetahui hak dan kewajiban sebagai warga dalam kehidupan sehari-hari di rumah dan di sekolah
3.3 Memahami makna keberagaman karakteristik individu di rumah, sekolah dan masyarakat
3.4 Mengetahui arti bersatu dalam keberagaman di rumah, sekolah dan masyarakat


-64-




KOMPETENSI INTI

KOMPETENSI DASAR
4. Menyajikan pengetahuan
faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia
4.1 Mengamati dan menceritakan perilaku di
sekitar rumah dan sekolah dan mengaitkan dengan pemahamannya terhadap simbol sila-sila Pancasila
4.2 Melaksanakan kewajiban sebagai warga dalam kehidupan sehari-hari di rumah dan sekolah
4.3 Berinteraksi dengan beragam orang di lingkungan rumah, sekolah, masyarakat
4.4 Mensimulasikan bentuk-bentuk kebersatuan dalam keberagaman di rumah, sekolah dan masyarakat


KELAS: IV

KOMPETENSI INTI
KOMPETENSI DASAR
1. Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya
1.1 Menghargai kebhinnekatunggalikaan dan keragaman agama, suku bangsa, pakaian tradisional, bahasa, rumah adat, makanan khas, upacara adat, sosial, dan ekonomi di lingkungan rumah, sekolah dan masyarakat sekitar
1.2 Menghargai kebersamaan dalam keberagaman sebagai anugerah  Tuhan Yang Maha Esa di lingkungan rumah, sekolah dan masyarakat sekitar
2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya
2.1 Menunjukkan perilaku, disiplin, tanggung jawab, percaya diri, berani mengakui kesalahan, meminta maaf dan memberi maaf sebagaimana dicontohkan tokoh penting yang berperan dalam perjuangan menentang penjajah hingga kemerdekaan Republik Indonesia sebagai perwujudan nilai dan moral Pancasila
2.2 Menunjukkan perilaku yang sesuai dengan  hak dan kewajiban di rumah, sekolah dan masyarakat sekitar
2.3 Menunjukkan perilaku sesuai dengan hak dan kewajiban sebagai warga dalam kehidupan sehari-hari di rumah sekolah dan masyarakat sekitar
2.4 Menunjukkan perilaku bersatu sebagai wujud keyakinan bahwa tempat tinggal dan lingkungannya sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

-65-



KOMPETENSI INTI
KOMPETENSI DASAR
3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati dan  menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain
3.1 Memahami makna dan keterkaiatan simbol-simbol sila Pancasila dalam memahami Pancasila secara utuh
3.2 Memahami hak dan kewajiban sebagai warga dalam kehidupan sehari-hari di rumah, sekolah dan masyarakat
3.3 Memahami manfaat keberagaman karakteristik individu di rumah, sekolah dan masyarakat
3.4 Memahami arti bersatu dalam keberagaman di rumah, sekolah dan masyarakat
4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia
4.1 Mengamati dan menceritakan perilaku di sekitar rumah dan sekolah dari sudut pandang kelima simbol Pancasila sebagai satu kesatuan yang utuh
4.2 Melaksanakan kewajiban sebagai warga di lingkungan rumah, sekolah dan masyarakat
4.3 Bekerjasama dengan teman dalam keberagaman di lingkungan rumah, sekolah, dan masyarakat
4.4 Mengelompokkan kesamaan identitas
suku bangsa (pakaian tradisional, bahasa, rumah adat, makanan khas, dan upacara adat), sosial ekonomi (jenis pekerjaan orang tua) di lingkungan rumah, sekolah dan masyarakat sekitar


KELAS: V


KOMPETENSI INTI

KOMPETENSI DASAR
1. Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.
1.1 Menghargai semangat kebhinnekatunggalikaan dan keragaman agama, suku bangsa pakaian tradisional, bahasa, rumah adat, makanan khas, upacara adat, sosial, dan ekonomi dalam kehidupan bermasyarakat
1.2 Menghargai kebersamaan dalam keberagaman sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa





-66-




KOMPETENSI INTI

KOMPETENSI DASAR
2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya serta cinta tanah air.
2.1 Menunjukkan perilaku, disiplin, tanggung jawab, percaya diri, berani mengakui kesalahan, meminta maaf dan memberi maaf yang dijiwai keteladanan pahlawan kemerdekaan RI dalam semangat perjuangan, cinta tanah air, dan rela berkorban sebagai perwujudan nilai dan moral Pancasila
2.2 Menunjukkan perilaku sesuai hak dan kewajiban dalam bidang sosial, ekonomi, budaya, hukum sebagai warganegara dalam kehidupan sehari-hari sesuai Pancasila dan UUD 1945
2.3 Menunjukkan penghargaan terhadap proses pengambilan keputusan atas dasar musyawarah mufakat
2.4 Menunjukkan perilaku cinta tanah air Indonesia dalam kehidupan di rumah, sekolah, dan masyarakat
3. Memahami pengetahuan faktual dan konseptual dengan cara mengamati, menanya dan mencoba berdasarkan rasa ingin tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda- benda yang dijumpainya  di rumah, di sekolah dan tempat bermain
3.1 Memahami nilai simbol-simbol Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di rumah dan di sekolah
3.2 Memahami hak kewajiban dan tanggungjawab sebagai warga dalam kehidupan sehari-hari di rumah, dan sekolah
3.3 Memahami keanekaragaman sosial, budaya dan ekonomi dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan rumah sekolah dan masyarakat
3.4 Memahami nilai-nilai persatuan dan kesatuan di rumah, sekolah dan masyarakat
3.5 Memahami Nilai-nilai Persatuan pada masa Islam
3.6 Memahami perlunya saling memenuhi keperluan hidup
4. Menyajikan pengetahuan faktual dan konseptual dalam bahasa yang jelas, sistematis, logis dan kritis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat,
4.1 Mengamati dan menceritakan perilaku di sekitar rumah, sekolah dan masyarakat yang mencerminkan pengamalan nilai- nilai kelima  sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari
4.2 Melaksanakan kewajiban dan
menegakkan aturan di lingkungan rumah, dan sekolah

-67-




KOMPETENSI INTI

KOMPETENSI DASAR
dan dalam tindakan yang
mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia
4.3 Membantu masyarakat dalam
melaksanakan suatu kegiatan di lingkungan rumah, sekolah, dan masyarakat tanpa membedakan agama, suku bangsa, dan sosial ekonomi
4.4 Menerapkan nilai-nilai persatuan dan kesatuan di rumah, sekolah dan masyarakat
4.5 Mensimulasikan nilai-nilai persatuan pada masa Islam dalam kehidupan di masyarakat
4.6 Menyajikan dinamika saling memenuhi keperluan hidup antar daerah untuk menumbuhkan keutuhan nasional


KELAS: VI


KOMPETENSI INTI

KOMPETENSI DASAR
1. Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.
1.1 Menghargai semangat kebhinnekatunggalikaan dan keragaman agama, suku bangsa, pakaian tradisional, bahasa, rumah adat, makanan khas, dan upacara adat, sosial, dan ekonomi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara
1.2 Menghargai kebersamaan dalam keberagaman sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara
2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya serta cinta tanah air.
2.1 Menunjukkan perilaku bertanggungjawab dan rela berkorban dalam keluarga, sekolah dan lingkungan sebagai perwujudan nilai dan moral Pancasila
2.2 Menunjukkan perilaku patuh terhadap tata tertib, dan aturan  sesuai dengan tata urutan peraturan perundang-undangan Indonesia
2.3 Menunjukkan penghargaan terhadap proses pengambilan keputusan dan komitmen menjalankan hasil musyawarah mufakat
2.4 Menunjukkan perilaku bangga sebagai bangsa Indonesia



-68-




KOMPETENSI INTI

KOMPETENSI DASAR
3. Memahami pengetahuan faktual dan konseptual dengan cara mengamati, menanya dan mencoba berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain
3.1 Memahami moralitas yang terkandung dalam sila Pancasila di rumah, sekolah, dan lingkungan masyarakat sekitar
3.2 Memahami hak, kewajiban dan tanggungjawab sebagai warga dalam kehidupan sehari-hari di rumah, sekolah, dan masyarakat sekitar
3.3 Memahami manfaat keanekaragaman sosial, budaya dan ekonomi dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika yang ada di Indonesia
3.4 Memahami nilai-nilai persatuan dan kesatuan bangsa dalam kesatuan pemerintahan, wilayah, sosial, dan budaya
3.5 Memahami Nilai-nilai Persatuan pada masa penjajahan, pergerakan nasional dan kemerdekaan
3.6 Memahami saling ketergantungan dalam membangun kehidupan kebangsaan
4. Menyajikan pengetahuan faktual dan konseptual dalam bahasa yang jelas, sistematis, logis dan kritis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia
4.1 Memberikan contoh pelaksanaan nilai- nilai dan moral Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat
4.2 Melaksanakan kewajiban menegakkan aturan dan menjaga ketertiban di lingkungan rumah, sekolah dan masyarakat
4.3 Melaporkan secara lisan dan tulisan keterlibatan kerja sama dengan anggota masyarakat yang beragam dalam melaksana kan kegiatan di lingkungan rumah, sekolah, dan masyarakat
4.4   Menerapkan nilai-nilai persatuan dan kesatuan dalam pemerintahan, wilayah, sosial, dan budaya
4.5 Menerapkan nilai-nilai persatuan dan kesatuan pada masa penjajahan, pergerakan nasional dan kemerdekaan dalam kehidupan sehari-hari
4.6 Menyajikan realita keberagaman untk mendorong saling ketergantungan dalam membangun dan mengokohkan kehidupan kebangsaan






-69-